Imam Hasan Al Banna:
“Ramai di kalangan saudara kita yang masih tertanya-tanya walaupun mereka adalah orang yang amat kita kasihi sepenuh jiwa raga kita. Malah kita serahkan segala tenaga, harta dan jiwa kita untuk kebaikan mereka. Kita bekerja demi kepentingan dunia dan akhirat mereka. Kita juga korbankan segala harta dan jiwa kita untuk matlamat ini. Matlamat untuk membawa kebahagiaan kepada ummah dan saudara-saudara kita. Kita ketepikan anak isteri kita demi mereka.
Alangkah besarnya harapan saya jika saudara-saudara yang masih tertanya-tanya ini melihat sendiri para pemuda Ikhwan al-Muslimin yang sentiasa berjaga malam ketika semua manusia sedang nyenyak tidur. Mereka bekerja berhempas pulas sedangkan mereka yang hanyut terus membuang masa.
Ada di antara mereka berada di pejabat daripada Asar hingga ke tengah malam bekerja dan berfikir bersungguh-sungguh. Begitulah selama sebulan dan apabila tiba akhir bulan dia menyerahkan pendapatannya untuk jamaah. Segala perbelanjaannya hanya untuk dakwah, hartanya adalah untuk mencapai matlamatnya. Segala geraklakunya seolah berkata kepada masyarakat yang tidak sedar pengorbanan yang dilakukannya itu:
Saya tidak pernah meminta ganjaran daripada kamu kerana pengorbanan ini. Segala ganjaran saya hanyalah daripada Allah.
masa itu lebih baik dri emas
Monday, April 2, 2012
Hubungan Dengan Allah..
Syeikh Abdurrahman As-Sa’ati, ayah Imam Syahid Hasan Al-Banna mengisahkan kehidupan anaknya ketika berada di rumah:
“Di antara akhlaknya adalah menghindari dari orang banyak dan hanya menyendiri bersama Rabbnya, tidak ada yang tahu selain keluarga dekatnya saja. Di rumahnya – Allah yang menjadi saksi - tidak pernah lepas dari mushaf, tidak berhenti membaca, tidak pernah lalai dari zikir, ia membaca Al-Qur’an, memperdengarkan bacaannya kepada salah seorang hafiz di antara kami. Jika tidak ada seorang hafiz kecuali anak kecil, ia pun muraja’ah hafazannya dengan anak itu.
Rumahnya penuh dengan bacaan Al-Qur’an, sujud, larut dalam zikir, dan mendaki ke ketinggian langit kerohanian. Ketika ia tahu cara Nabi membaca Al-Qur’an maka ia praktikkan, termasuk waqaf-waqaf di mana Rasulullah berhenti, ia pun berhenti. Terkadang badannya bergemetar, hatinya penuh ketakutan, gelisah pada ayat-ayat ancaman, terhadap ayat-ayat gembira ia berbinar-binar, jauh dari suasana di mana ia hidup, jauh terbawa makna ayat-ayat itu.”
Saturday, March 24, 2012
Thursday, March 22, 2012
Pesanan As-Syahid Sheikh Ahmad Yassin untuk pemuda pemudi > syahid pada 22/3/2004

Wahai anak-anakku, telah tiba saatnya kalian kembali kepada ALLAH swt dengan meninggalkan pelbagai keseronokan dan kealpaan kehidupan dan menyingkirkannya jauh daripada kehidupan kalian. Telah tiba saatnya kalian bangun dan melakukan solat subuh secara berjemaah. Sudah sampai saatnya untuk kalian menghiasi diri dengan akhlak yang mulia, mengamalkan kandungan al-Quran serta mencontohi kehidupan Nabi Muhammad saw.
Aku menyeru kalian wahai anak-anakku untuk solat tepat pada waktunya. Lebih dari itu, aku mengajak kalian wahai anak-anakku, untuk mendekat diri kepada sunnah Nabi kalian yang agung.
Wahai para PEMUDA, aku ingin kalian menyedari dan menghayati makna tanggung jawab. Kalian harus tegar menghadapi kesulitan hidup dengan meninggalkan keluh kesah. Aku menyeru kalian untuk menghadap ALLAH SWT dan memohon keampunan dari-Nya agar Dia memberi rezeki yang berkat kepada kalian. Aku menyeru kalian supaya menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda.
Aku ingin kalian tidak tertidur oleh alunan-alunan muzik yang melalaikan, melupakan kata-kata yang menyebutkan cinta kepada manusia dan dunia serta menggantikannya dengan kata amal, kerja dan zikir kepada ALLAH. Wahai anak-anakku, aku amat berharap kalian tidak sibuk dengan muzik dan tidak terjerumus ke dalam arus syahwat.
Wahai puteriku para PEMUDI, aku ingin kalian berjanji kepada ALLAH akan mengenakan hijab secara jujur dan betul. Aku meminta kalian berjanji kepada ALLAH bahawa kalian akan mengambil peduli tentang agama dan Nabi kalian yang mulia. Jadikanlah ibunda kalian, Khadijah dan Aisyah, sebagai teladan. Jadikan mereka sebagai pelita hidup kalian. Haram hukumnya bagi kalian untuk melakukan sesuatu yang boleh menarik perhatian pemuda supaya mendekati kalian.
Kepada semua, aku ingin kalian bersiap sedia untuk menghadapi segala sesuatu yang akan datang. Bersiaplah dengan agama dan ilmu pengetahuan. Bersiaplah untuk belajar dan mencari hikmah. Belajarlah bagaimana hidup dalam kegelapan yang pekat. Latihlah diri kalian agar dapat hidup tanpa elektrik dan peralatan elektronik. Latihlah diri kalian untuk sementara waktu merasakan kehidupan yang sukar.
Biasakan diri kalian agar dapat melindungi diri dan membuat perancangan untuk masa depan. Berpeganglah kepada agama kalian. carilah sebab-sebabnya dan tawakal kepada ALLAH...
Saturday, March 17, 2012
Syair Imam As Syafi'i
Pernah satu ketika tatkala bersama muridnya Imam Ahmad bin Hanbal, Imam asy-Syafi'i melantunkan syair berikut:-
Mendengar syair gurunya, Imam Ahmad membalas balik dengan penuh adab ketinggian dengan katanya kepada Imam asy-Syafi`i: Ya Sayyidi,
أحب الصالحين و لست منهم * لعل أن أنال بهم شفاعة
و أكره من تجارتهم معاصى * و إن كنا سويا في البضاعة
و أكره من تجارتهم معاصى * و إن كنا سويا في البضاعة
Kucintakan para salihin tapi bukanlah aku kalangan mereka
Moga dengan mereka kudapatkan syafaatnya
Kubencikan para pelaku maksiat durhaka
Walaupun perlakuanku sama seperti mereka
Moga dengan mereka kudapatkan syafaatnya
Kubencikan para pelaku maksiat durhaka
Walaupun perlakuanku sama seperti mereka
Mendengar syair gurunya, Imam Ahmad membalas balik dengan penuh adab ketinggian dengan katanya kepada Imam asy-Syafi`i: Ya Sayyidi,
تحب الصالحين و أنت منهم * و منكم سوف يلقون الشفاعة
و تكره من تجارتهم معاصى * وقاك الله من شر البضاعة
و تكره من تجارتهم معاصى * وقاك الله من شر البضاعة
Kau cintai para salihin dan engkau dari kalangan mereka
Akan terhasil segala syafaat dengan kalian semua
Dan kebencianmu kepada pelaku maksiat durhaka
Moga Allah memelihara dirimu dari kejahatan mereka
Akan terhasil segala syafaat dengan kalian semua
Dan kebencianmu kepada pelaku maksiat durhaka
Moga Allah memelihara dirimu dari kejahatan mereka
Begitulah sikap tawadhu` yang ditunjukkan oleh Imam kita asy-Syafi`i. Walaupun berada di puncak keilmuan dan kesholehan, tetap tidak mengaku punya apa-apa maqam di sisi Allah s.w.t. Sentiasa merasakan dirinya hina dan masih bermaksiat kepada Allah
Ya Hanana.....
ظَهَرَ الدِّينُ المُؤَيَّد
ظَهَرَ الدِّينُ المُؤَيَّد بِظُهُورِالنَّبِى اَحمَد
يَا هَنَانَــــــــا بِمُحَمَّد ذَلِكَ الفَضلُ مِنَ الله
يَا هَنَانَا
خُصَّ بِالسَّبعِ المَثَانِى وَحَوى لُطفَ المَعَأنِى
مَالَهُ فِى الخَلقِ ثَانِى وَعَلَيهِ اَنزَلَ الله
يَا هَنَانَا
مِن مَكَّةٍ لَمَّا ظَهَر لِاَجلِهِ انشَقَ القَمَر
وَافتخَرَت الُ مُضَر بِهِ عَلى كُلِّ الاَنَام
يَاهَانَانَأ
اَطيَبُ النَّاسِ خَلقًا وَاَجَلُّ النَّاسِ خُلُقُا
ذِكرُهُ غَربًا وَشَرقًا سَائِرٌ وَالحَمدُ لِله
يَاهَنَانَا
صَلُّوا عَلى خَيرِ الاَنَام المُصطَفَى بَدرِالتَّمَام
صَلُّوا عَلَيهِ وَسَلِّمُوا يَشفَع لَنَأ يَومَ الزِّحَام
يَا هَنَانَا
Tuesday, March 6, 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)





